Aerox Gemetar di RPM Rendah? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Solusinya!

Hadi Saputra

Bagi pengguna motor matic Yamaha Aerox, masalah getaran pada RPM rendah bisa menjadi hal yang menjengkelkan. Getaran yang berlebihan dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan bahkan berdampak pada komponen motor lainnya jika tidak segera ditangani.

Penyebab Aerox Gemetar di RPM Rendah

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan Aerox bergetar di RPM rendah, di antaranya:

1. Roller CVT Aus atau Kotor

Roller CVT berfungsi mengatur pergerakan v-belt pada transmisi motor. Roller yang aus atau kotor dapat menyebabkan gesekan berlebihan pada v-belt, yang berujung pada getaran.

2. V-Belt Kendor atau Retak

V-belt yang kendor atau retak juga dapat menimbulkan getaran karena tidak lagi mampu mentransmisikan tenaga dengan baik. V-belt yang kendor akan menyebabkan selip, sedangkan v-belt yang retak dapat putus.

3. Kopling Sentrifugal Bermasalah

Kopling sentrifugal berfungsi menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke roda belakang. Kopling yang bermasalah, seperti kampas yang aus atau per yang lemah, dapat menyebabkan getaran saat motor melaju pada RPM rendah.

4. Busi Rusak atau Kotor

Busi yang rusak atau kotor dapat mengganggu pembakaran mesin. Pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan getaran pada mesin, terutama pada RPM rendah.

5. Injektor Bahan Bakar Mampat

Injektor bahan bakar yang mampat dapat menyebabkan aliran bahan bakar terganggu. Hal ini berdampak pada pembakaran mesin yang tidak stabil, yang dapat memicu getaran.

BACA JUGA  Kupas Tuntas Jalur Kontak C70 Kabel 7: Panduan Lengkap dari A sampai Z

Solusi Mengatasi Aerox Gemetar di RPM Rendah

Setelah mengetahui penyebabnya, berikut ini beberapa solusi untuk mengatasi Aerox yang bergetar di RPM rendah:

1. Ganti Roller CVT

Jika roller CVT aus atau kotor, solusi terbaik adalah dengan menggantinya. Gunakan roller yang sesuai dengan spesifikasi motor dan pastikan untuk membersihkan bagian CVT sebelum memasang roller baru.

2. Kencangkan atau Ganti V-Belt

V-belt yang kendor harus dikencangkan kembali. Namun, jika v-belt sudah retak, segera ganti dengan yang baru. Kencangkan v-belt sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan.

3. Periksa dan Perbaiki Kopling Sentrifugal

Jika masalah berasal dari kopling sentrifugal, periksa kampas dan per. Ganti kampas yang aus dan per yang lemah. Pastikan untuk memasang kopling dengan benar.

4. Ganti Busi

Busi yang rusak atau kotor harus segera diganti. Gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi motor dan pastikan untuk membersihkan dudukan busi sebelum memasang busi baru.

5. Bersihkan Injektor Bahan Bakar

Injektor bahan bakar yang mampat dapat dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus. Ikuti petunjuk pada kemasan cairan pembersih dan pastikan untuk menggunakan alat yang tepat.

Tips Tambahan

Selain solusi di atas, berikut beberapa tips tambahan untuk mengurangi getaran pada Aerox:

  • Gunakan bahan bakar berkualitas tinggi dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi motor.
  • Servis motor secara berkala di bengkel resmi untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.
  • Hindari berkendara dengan beban berlebihan atau modifikasi yang tidak sesuai dengan standar pabrik.

Dengan mengikuti solusi dan tips di atas, Anda dapat mengatasi masalah Aerox yang bergetar di RPM rendah dan menikmati pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar