Jakarta – Yamaha Jupiter Z, motor bebek legendaris yang telah menemani pecinta otomotif Indonesia selama bertahun-tahun, memiliki varian khusus yang dikenal dengan sebutan Jupiter Z Oversize 50. Motor ini menarik perhatian karena diklaim mengalami peningkatan kapasitas mesin yang signifikan. Namun, seberapa besar sebenarnya peningkatan kapasitas mesin pada Jupiter Z Oversize 50? Artikel ini akan mengupasnya secara detail.
Mengenal Bore dan Stroke
Sebelum membahas peningkatan kapasitas mesin, penting untuk memahami dua istilah penting, yaitu bore dan stroke. Bore mengacu pada diameter silinder mesin, sedangkan stroke adalah jarak yang ditempuh piston dari titik mati atas ke titik mati bawah. Kapasitas mesin dihitung dengan mengalikan bore dengan stroke, lalu dikalikan lagi dengan jumlah silinder.
Spesifikasi Awal Jupiter Z
Generasi pertama Yamaha Jupiter Z yang diluncurkan pada tahun 2000 hadir dengan spesifikasi mesin sebagai berikut:
- Bore: 50 mm
- Stroke: 47,5 mm
- Jumlah silinder: 1
- Kapasitas mesin: 113,7 cc
Modifikasi Oversize 50
Modifikasi oversize pada Jupiter Z melibatkan memperbesar bore mesin sebesar 50 mm. Hal ini berarti diameter silinder menjadi 55 mm. Stroke tetap sama, yaitu 47,5 mm. Dengan demikian, kapasitas mesin Jupiter Z Oversize 50 menjadi:
- Bore: 55 mm
- Stroke: 47,5 mm
- Jumlah silinder: 1
- Kapasitas mesin: 124,43 cc
Peningkatan Kapasitas Mesin
Berdasarkan perhitungan di atas, kapasitas mesin Jupiter Z Oversize 50 mengalami peningkatan sebesar:
- 124,43 cc – 113,7 cc = 10,73 cc
- Persentase peningkatan: (10,73 cc / 113,7 cc) x 100% = 9,44%
Efek Peningkatan Kapasitas Mesin
Peningkatan kapasitas mesin pada Jupiter Z Oversize 50 berdampak pada beberapa aspek, antara lain:
- Tenaga: Kapasitas mesin yang lebih besar memungkinkan mesin menghasilkan tenaga yang lebih besar. Jupiter Z Oversize 50 diklaim memiliki tenaga sebesar 9,3 PS pada 7.500 rpm, lebih tinggi dari Jupiter Z standar yang hanya 9,0 PS.
- Torsi: Torsi juga mengalami peningkatan, dari 9,3 Nm pada 6.500 rpm pada Jupiter Z standar menjadi 9,7 Nm pada 6.500 rpm pada Jupiter Z Oversize 50.
- Konsumsi BBM: Peningkatan kapasitas mesin umumnya berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi. Namun, Yamaha mengklaim bahwa Jupiter Z Oversize 50 tetap memiliki konsumsi BBM yang irit.
- Kecepatan Maksimal: Tenaga dan torsi yang lebih besar diharapkan dapat meningkatkan kecepatan maksimal Jupiter Z Oversize 50. Namun, faktor lain seperti bobot kendaraan dan aerodinamika juga berpengaruh.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Peningkatan tenaga dan torsi
- Konsumsi BBM tetap irit (klaim Yamaha)
- Suara mesin lebih gahar (subyektif)
Kekurangan:
- Biaya modifikasi yang cukup mahal
- Umur mesin yang berpotensi lebih pendek jika modifikasi tidak dilakukan dengan benar
- Garansi resmi Yamaha bisa hangus
Kesimpulan
Modifikasi oversize 50 pada Yamaha Jupiter Z secara signifikan meningkatkan kapasitas mesin sebesar 9,44%, dari 113,7 cc menjadi 124,43 cc. Peningkatan kapasitas mesin ini berdampak pada peningkatan tenaga, torsi, dan kecepatan maksimal, meskipun konsumsi BBM diklaim tetap irit. Namun, modifikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti biaya yang mahal dan potensi berkurangnya umur mesin. Sebelum melakukan modifikasi, sebaiknya pertimbangkan dengan matang dan konsultasikan dengan mekanik yang terpercaya.